Pernapasan

Bahan Ajar Pertemuan Kedua

    1. Proses pernapasan

    Proses pernapasan adalah suatu peristiwa penghirup udara (Oksigen) dan mengeluarkan udara (Karbon dioksida dan Uap air) atau suatu peristiwa pertukaran gas O2 dan CO2 dalam paru-paru untuk menghasilkan energi. Udara yang dihirup (Inspirasi) akan mengisi paru-paru dan udara yang dikeluarkan berasal dari pari paru-paru (Ekpirasi). Inpirasi dan ekspirasi berlangsung sebanyak 15-18 kali permenit.

Persamaan reaksi pernapasan dapat dituliskan sebagai berikut :

C6H12O6 + 6O2      6CO2 + 6H2O + Energi

Atau

Zat Makanan + Oksigen      Karbon dioksida + Uap air + Energi

Reaksi ini berlangsung didalam tubuh mahluk hidup, maka disebut juga Oksidasi Biologis.

2. Bentuk pernapasan

    Berdasarkan otot yang berperan daalam proses pernapasa, pernapasan dibedakan menjadi:

a. Pernapasan dada

    Pernapasan dada terjadi karena gerakan otot-otot antartulang rusuk. Proses pernapasan dada diawalai dengan kontraksi otot tualng rusuk , akibatnya tulang rusuk terangkat. Rongga dada mengembang sehingga terjadi Inpirasi. Sebaliknya, saat otot antartulang rusuk relaksasi, tulang rusuk kembali pada keduduka semula. Rongga dada kembali mengecil sehingga udara keluar (ekspirasi).

( a ) (b)

 

 

 


Gb. 1. Posisi tulang rusuk pada pernapasan dada , (a) Fase Inspirasi (b) Fase Ekspirasi

  1. Pernapasan perut

    Pernapasan perut terjadi akibat gerakan sekat diagfragma. Sekat diagfragma berkotraksi sehingga menjadi datar dan paru-paru mengembang ke arak perut. Akibatnya paru-paru mengembang, udara luar masuk ke dalam paru-paru (Inspirasi). Pada saat sekat diagfragma relaksasi, paru-paru mengempis sehingga udara dalam paru-paru terdorong keluar (Ekspirasi).

    (a) (b)

     

     

     

    Gb. 2. Posisi diagfragma pada pernapasan Perut, (a) Fase Inspirasi, (b) Fase ekspirasi

3. Kapasitas paru-paru

    Kapasitas paru-paru untuk menampung udara pernapasan berbeda-beda, tergantung dari ukuran paru-paru, cara bernapas, dan kekuatan bernapas. Kapasitas tota paru-paru orang dewasa sekitar 5 liter, tetai pada waktu inspirasi normal udara yang keluar masuk hanya 0,5 liter, disebut udara pernapasan. Sedangkan jika paru-paru mengadakan ekspirasi meksimal, pada paru-paru masih tersisa 1 liter udara, disebut udara sisa (residu)

    Dalam kondisi normal, paru-paru berisi 5 liter udara, sehingga jika dikurangi udara sisa tinggal 2,5 liter, disebut udara suplementer. Sedangkan jika inspirasi maksimal, selain udara pernapasan, tambahan udara sebanyak 1 liter disebut udara komlementer.

    Kapasitas paru-paru adalah 4 liter, terdiri atas 1 liter udara sisa (residu), 0, 5 liter udara pernapasan 2,5 liter udara suplementer

Kapasitas total paru-paru adalah 5 liter, merupakan gabungan antara kapasitas vital paru-paru (4 liter) dan udara komplementer (1 liter).

        Skema Kapasias totol paru-paru :

No. 

Jenis Udara 

Volume 

1. 

Udara pernpasan 

0,5 liter 

2. 

Udara sisa 

1 liter 

3. 

Udara suplementer 

2,5 liter 

4. 

Udara komplementer 

1 liter 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: