Metode Pembelajaran

 

 

 

Metode Pembelajaran

 

Metode adalah suatu cara yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan bahan pelajaran, sehingga tujuan dapat dicapai, dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan

b. Merupakan alat mencapai tujuan yang didukung oleh alat bantu mengajar,

c. Merupakan kebulatan dalam satu sistem pendidikan

Dalam memilih metode pembelajaran, yang harus diperhatikan oleh seoarang pendidik adalah filsafat pendidikan, tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, anak didik yang kondusif, dan bahan pelajaran yang akan disampaikan. Jadi metode menentukan prosedur yang hendak ditempuh dalam mencapai tujuan.

Metode bukan suatu tujuan, melainkan suatu cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya. Dapat dipahami bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam setiap kegiatan pembelajaran adalah bagaimana perubahan yang diharapkan itu terjadi, metode mana yang dianggap paling tepat untuk menimbulkan perubahan itu.

Penelitian-penelitian ilmiah belum berhasil menemukan dan menunjukkan adanya metode pembelajaran yang lebih lengkap dibandingkan dengan metode lainnya untuk mencapai tingkah laku yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena para peneliti dan pendidik belum berhasil mengontrol variabel-variabel yang menentukan efektifitas salah satu metode dibandingkan dengan metode lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Variasi-variasi yang terdapat dalam tujuan pembelajaran menimbulkan pula adanya variasi-variasi dalam metode pembelajaran.

Tulisan ini akan membahas tentang 6 (enam) jenis metode pembelajaran menyangkut pengertian, kelebihan, dan kelemahannya. Metode pembelajaran tersebut adalah :

  1. Metode Kasus

Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar.

 

  • Kelebihan metode kasus :
    • Siwa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya
    • Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar itu
    • Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut
    • Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan.
  • Kelemahan metode kasus :
    • Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa
    • Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi
    • Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak.

 

  1. Metode Unit Teaching

Metode ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.

Pengajaran unit teaching mencakup 3 fase, yaitu:

  1. Fase perencanaan/permulaan
  • Guru membagi kelas ke beberapa kelompok
  • Membagi tugas dengan masalah yang akan dibahas
  • Setiap kelompok menunjukkan pencatatn laporankemajuan dan hasil kerja kelompok
  • Guru menunjukan sumber-sumber untuk memecahkan masalah
  1. Fase pengerjaan unit
  • Siswa terjunkelapangan,belajar diperpustakaan, meneliti laboratorium, mengamati
  • Guru mengntrol apa yangdikerjakan siswa, memberi saran/pertanyaan, membantu merumuskan kesimpulan bila perlu
  1. Fase kulminasi
  • Hasil kerja siswa dibawa kembali kesekolah
  • Hasil informasi disusn ,diolah, sehingga menghasilkan sesuatu yang bisa dilihat orang banyak misalnya hasil kerajinan, hasil perkebunan atau lainnya
    • Kelebihan Unit Teaching adalah :
      • Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya
      • Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis
      • Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
      • Dapat direalisir prinsip-prinsip psikologi belajar modern
    • Kelemahan metode ini :
      • Untuk merencanakan unti tidak mudah
      • Memerlukan seorang ahli yang betul-betul menguasai masalah
      • Memerlukan kecakapan, ketekunan
      • Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
      • Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang

 

  1. Metode Kerja Lapangan

Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat. Di tingkat sekolah kejuruan metode ini merupakan bagian dari Pendidikan Sistem Berganda, yaitu memadukan antara program pendidikan di sekolah dan program kegiatan bekerja langsung di dunia kerja.

  • Kelebihan metode kerja lapangan :

    −    Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja

    −    Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya.

  • Kelemahaan metode kerja lapangan :
    • Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
    • Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
    • Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli.

 

  1. Metode Sumbang Saran (brain storming)

Sumbang saran (brain storming) merupakan metode pembelajaran dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa mengemukakan pendapat atau jawaban dan komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.

  • Kelebihan metode sumbang saran :
    • Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh
    • Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya
    • Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis
    • Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru
    • Terjadi persaingan yang sehat
    • Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran
    • Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru.
  • Kelemahan metode sumbang saran:
    • Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik
    • Anak yang kurang selalu ketinggalan
    • Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai
    • Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan.

 

  1. Metode Resitasi atau Tugas

    Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukankegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit.

    Tugas atau resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah (PR), tetapi jauh lebih luas.

    Langkah-langkah yang harus diikuti metode tugas atau resitasi adalah :

    1. Fase Pemberian tugas
  • Tujuan yang akan dicapai
  • Jenis tugas yang jelas dan tepat
  • Sesuai dengan kemampuan siswa
  • Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
  • Sediakan waktu yangcukup untuk mengerjakan tugas tersebut
  1. Langkah Pelaksanaan Tugas
  • Diberikan bimbingan/ pengawasan oleh guru
  • Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
  • Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
  • Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh
  1. Fase mempertanggungjawabkan Tugas
  • Laporan siswa baik lisan/ tertulis dari apa yang dikerjakannya
  • Ada Tanya jawab/diskusi kelas
  • Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maunpun non tes
    • Kelebihan metode resitasi adalah :
      • Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
      • Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
      • Dapat membina tanggung jwab dan disiplin siswa
      • Dapat mengembangkan kreativitas siswa

 

 

  • Kekurangannya metode resitasi adalah :
    • Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
    • Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
    • Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan pervedaan individu siswa
    • Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa

 

  1. Metode Karyawisata

    Terkadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak untuk ke luar kelas (sekolah), bertujuan untuk meninjau tempat-tempat tertentu atau objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran. Hal ini diharapkan bukan hanya sekedar untuk rekreasi saja, akan tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat realitanya. Jadi penggunaan teknik atau metode karya wisata adalah .cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu yang relevan dengan pelajaran.

    Objek dari karya wisata ini dapat dilakukan di perkebunan, museum, pabrik, bengkel, tempat-tempat ibadah, dan lain sebagainya. Metode karya wisata mempunyai sinonim kata, antara lain widya wisata dan study tour. Tujuan dari karya wisata antara lain adalah untuk memperluas wawasan.

    Karya wisata sebagai metode mengajar memerlukan langkah-langkah yang baik, di antaranya; persiapan dan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut.

    a. Persiapan dan Perencanaan

    Mempersiapkan dan merencanakan karya wisata hendaknya bersama-sama dengan anak-anak sekalipun guru sudah memilikinya. Hal-hal yang perlu dibicarakan bersama, diantaranya:

    1)     Tujuan dan sasaran yang akan dituju.

    2)     Aspek-aspek atau permasalahan yang akan diselidiki. Ada baiknya apabila dirumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan materi pelajaran IPA dan aspek-aspek atau masalah yang akan dicapai.

    3)     Membaca atau mengumpulkan informasi berkenaan dengan karya wisata.

    4)     Terbentuknya kelompok-kelompok yang akan membahas atau menyelidiki aspek-aspek yang telah dirumuskan. Setiap kelompok hendaknya membagi-bagi tugas lagi sehingga setiap orang mempunyai tugas yang jelas. Misalnya ada yang harus mengamati, mengumpulkan bahan-bahan, bertanya, mencatat, dan lain-lain.

    5)     Membentuk petugas khusus bila perlu, misalnya untuk menghubungi pengurus yang akan dikunjungi, ketua rombongan atau pemimpin kelompok.

    6)     Waktu karya wisata supaya ditetapkan.

    b. Pelaksanaan Karya Wisata

    Karya wisata hendaknya dilakukan dengan tertib. Setiap orang supaya melakukan tugasnya, baik mengumpulkan bahan maupun mencatat yang kemudian akan di laporkan kepada kelompok atau kelas. Mengerjakan tugas dapat dilakukan perorangan ataupun kelompok kecil. Setiap orang hendaknya mengecek tugasnya yang telah disiapkan sebelumnya apakah telah dilakukan atau belum.

    c. Tindak Lanjut

    Karya wisata tidak berakhir pada waktu meneliti kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan tertulis, melainkan perlu diikuti dengan suatu tindak lanjut. Hal ini penting karena apa yang diamati seseorang atau kelompok tertentu belum tentu diamati yang lain. Sedangkan tujuan karya wisata supaya semua orang mengetahui semua aspek yang diselidiki. Karena itu dalam tindak lanjut ini perlu ada presentasi atau laporan.kelompok yang diikuti dengan tanya jawab dan diskusi.

    Bahkan ada kalanya seseorang mendemonstrasikan hasil penelitiannya. Juga di dalam tindak lanjut ini diadakan penilaian tentang kegiatan mereka, apakah karya wisata itu berjalan lancar, tertib dan bermanfaat. Kekurangan-kekurangan apa yang dirasakan dan bagaimana kemungkinannya untuk memperbaikinya.

    Kelebihan dan Kekurangan Metode Karya Wisata

     

  • Kelebihan Metode Karya Wisata :
    • Karya Wisata mempunyai prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam proses belajar mengajar.
    • Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
    • Pengajaran dengan metode karya wisata dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
    • Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas, mendalam dan aktual.
  • Kekurangan Metode Karya Wisata :
    • Fasilitas yang diperlukan sulit untuk disediakan siswa di sekolah.
    • Biaya yang digunakan untuk acara ini lebih banyak.
    • Memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang.
    • Memerlukan koordinasi dengan guru yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata.
    • Dalam karya wisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya menjadi terabaikan.
    • Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan ini dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: