PENULISAN MODUL SEBAGAI BAHAN AJAR

Disampaikan pada Workshop Penulisan Bahan Ajar:
TARGET-OUT BOUND
OLEH: DJOKO ADI WALUJO
[Tulisan ini merupakan resensi singkat dari dua buku:
1. How to Write , Your Own Text Book Cara Cepat dan Asyik Membuat Buku Ajar yang Powerful
Oleh R. Masri Sareb Putra.
Jurus Maut Menulis & Menerbitkan Buku
oleh : M.Hariwijaya]

Ada lebih banyak harta yang terkandung di dalam buku ketimbang seluruh jarahan bajak laut yang disimpan di Pulau Harta.Walt Disney


PENGANTAR

Sebagai seorang profesional Guru dituntut untuk mampu memberikan pengabdiannya secara utuh, yakni segenap kemampuan dalam mentsransfer berbagai informasi berwujud pengetahuan. Proses menginduksi berbagai pengalaman untuk dituangkan ke dalam tulisan, adalah kegiatan bermanfaat yang sangat diharapkan. Hanya melalui pengalaman itu, akan menghasilkan temuan-temuan, yang dekat dengan dunianya. Menulis buku adalah kekayaan mental intelektual dan akal budi manusia, yang di sinilah membedakan antara manusia dan binatang. [jangan imaknai orang yang enggan menulis sejajar dengan binatang].
Buah pikir Rene Descartes “Cogito ergo sum” ,karena aku berpikir aku ada, dikonversi menjadi: Dengan buku seorang Guru menjadi ada dan mensejarah.
Namun kenyataan yang terjadi adalah, keengganan seorang Guru dalam melakukan aktivitas ini, pemicunya adalah sebuah alasan yang klasik, yakni sibuk atau kegiatan lain yang menumpuk.
Sebenarnya menulis buku itu, tidakalah sulit. Hindari mitos “sulit” .
Menulis itu gampang. Benar Gampang! Itulah simpulan seorang Arswendo Atmowiloto. Menulis itu tidak memerlukan bakat, sebagaimana yang dikatakan Among Kurnia Ebo, wartawan nasional dari terbitan terkenal di Indonesia.
Mitos harus dibongkar di benak kita, alihkan kesebuah pikiran cerdik Norman Vincent Peale. “You Can if you think you can“, anda bisa jika pikiran anda menyatakan biasa.

MANFAAT MANULIS BUKU:

Pertama, Anda mendapat kepuasan Jiwa karena telah menuangkan gagasan kreatif. Kepuasan menulis identik dengan seorang pelukis yang telah merampungkan karya besarnya. Jiwa terasa penuh dengan kepuasan dan kebanggaan.
Kedua, Anda mendapatkan nama baik dan dikenal luas oleh publik. Dengan munculnya nama Anda berulang-ulang baik di Media massa maupun di dunia buku, maka Anda akan diingat seumur hidup
Ketiga, mendukung dan memperkuata citra profesi Anda.
Keempat, tajamnya tulisan Nada dapat menggetarkan dinding-dinding kekuasaan yang angkuh dan merobohkan tembok keangkuhan.
Kelima, jira kita kembali kepangkuan Ilahi, tulisan kita akan tetap hidup dan api semangat yang kita kobarkan tetap tertanam di lubuk hati para pembaca.

4- FAKTOR PENGAHAMBAT

Hambatan paling klasik yang menjadi alasan para Guru adalah masalah waktu. Sebenarnya banyak diantara Guru yang memiliki potensi dan motivasi untuk menorehkan buah pikirnya dalam bentuk buku. Tapi pada umumnya mereka dihantui oleh beberapa pandangannya sendiri, sehingga “phobia” yang lebih melekat pada diri seorang Guru, dibandingkan dengan daya picu untuk maju.
R. Masri Sareb Putra, seorang-orang mantan promotion manager PT Grasindo, dan mantan managing Penerbit Indeks, Kelompok Gramedia , menutur beberapa jenis “phobia’ yang sering hadir dalam diri orang. Yakni:

  1. Demophopbia [ a fear of people (Audience) ].
    Demophopbia adalah ketakutan akan khalayak yang akan membaca tulisan kita nantinya. Belum menulis kita sudah dihantui oleh perasaan ini. Jika hal ini terjadi, selamanya kita tidak pernah menjadi penulis.
  2. Laliophobia [ a fear os spesking (I can’t write them down with my own words!)]
    Laliophobia adalah ketakutan akan tidak kemampuan mengungkapkan/menulis pikiran [hati] Anda ke dalam tulisan
  3. Katagelophobia
    [ a fear ridicule]
    Katagelophobia adalah ketakutan diejek/dicemooh, hal ini wajar terjadi manakala seorang-orang tersebut memiliki personality yang perfeksionis. Padahal, tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Yang terpenting adalah kesungguhan, saat Anda merasa demikian, pastikan segera untuk menulis.
  4. Moneyphobia [ a fear of find nothing from writing]
    Moneyphopia adalah ketakutan yang muncul pada seorang-orang yang memiliki orientasi setiap kegiatan diukur dengan uang. Pada hal menulis adalah investasi jangka panjang yang tuidak bias langsung “cash cow

INSPIRASI PENGUGAH

Inspirasi adalah sebuah energi yang dapat dirubah menjadi cahaya, demikian kata Debbi Porter, penggagas Quantum Leraning dan Quantum Teaching.
Jika sebuah mesin bergerak karena BBM, maka penulis bergerak karena inspirasi.
Berikut Inspirasi yang menggugah anda:

  • Ketika kamu terilhami suatu tujuan mulia, suatu proyek yang luar biasa, pikiranmu akan menerjkang berbagai pembatasnya. Pikiranmu akan menembus keterbatasan; kesadaranmu akan meluas ke segala arah dan kamu akan menemukan dirimu berada di dunia yang baru yang luar biasa dan mengangumkan [YogasutradariPatanjali]
  • Ada keajaiban dalam antusiasme dia membedakan antara orang kebanyakan dengan orang sukses [Normas V. Pale]
  • Menulis bukan masalah bakat. Menulis hanya masalah kemauan. Saat Anda menulis, tenggelam saja dalamapa yang Anda tuliskan. Jangan terlalu memikirkan teori menulis. Mulailah menulis dari apa saja yang terpikir dari benak Anda.
  • Kesusesan telah separuh dimenangkan saat seorang-orang telah memilki kebiasaan menetukan tujuan dan meraihnya. [Og Madino]

KUALITAS BAHAN AJAR (O’Meara, 2000)

  1. Indikator format
  2. Indikator konsep
  3. Indikator bahasa
  4. Indikator ilustrasi

Indikator format :

  • Setiap seksi/bagian dapat teridentifikasi secara jelas.
  • Sistem penomoran jelas.
  • Terdapat keseimbangan antara teks dan ilustrasi.
  • Secara visual, bahan ajar menarik untuk dibaca.
  • Tata letak (teks dan ilustrasi) sistematis.Ukuran fisik bahan ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik

Indikator konsep:

  • Konsep/materi bahan ajar ditulis secara akurat.
  • Konsep dikelompokan secara logis.
  • Tiap kelompok konsep visibel untuk dicapai.
  • Konsep relevan dengan kurikulum.
  • Konsep terkait dengan materi terdahulu.
  • Tidak bias (gender, etnis, religi, geografi, budaya, dll.)

Indikator bahasa :

  • Menggunakan tata bahasa yang benar.
  • Mengunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan mental peserta didik.
  • Setiap terminologi didefinisikan secara jelas.
  • Menggunakan struktur kalimat yang sederhana dan jelas.
  • Petunjuk-petunjuk ditulis secara jelas.

Indikator ilustrasi :

  • Ilustrasi mendukung pemahaman konsep.
  • Terkait langsung dengan konsep yang tertulis pada teks.
  • Secara visual ilustrasi menarik.
  • Jelas.
  • Mudah dipahami.
  • Tidak bias (gender, budaya, etnis, agama, dsb).

PROSEDUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR [4D MODEL]

  • Define insturctional requirements [Definisikan instruksional yang diharapkan]
  • Design prototyipe instrusional mater [Rancang prototipe bahan instrutional]
  • Develop Trainee and reliable instructional matereial [Kembangkan peserta pelatihan dengan bahan instruktional yang reliable]
  • Disseminate Instructional material among special educational teacher training programs [Deseminasikan antara bahan instruksional dengan spesialisasi pendudikan pengajar]

KOMPONEN UTAMA MODUL

  • Pendahuluan
  • Tujuan Pembelajaran
  • Pra-asesmen
  • Pengalaman Belajar
  • Sumber Bahan Pembelajaran
  • Post aseesmen

KARAKTERISTIK MODUL

  • self-contained,
  • typically individualized,
  • complete package, dan
  • includes learning experiences, objectives, and assessment.

FORMAT MODUL YANG SESUAI DENGAN KTSP

  1. Halaman Judul
  2. Kata Pengantar
  3. Deskripsi
  4. Peta Kedudukan Modul
  5. Prasyarat
  6. Daftar Isi
  7. Peristilahan/Glossary
  8. Petunjuk Penggunaan Modul
  9. Tujuan
  10. Kegiatan Belajar 1, 2, 3, ke- n
  11. Lembar Kunci Jawaban
  12. Daftar Pustaka

BAGAN PENGEMBANGAN MODUL

Posted by Djoko Adi Walujo [Pemerhati Buku]

Sumber : http:/4.bp.blogspoot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: