Diktat Inovasi Pendidikan

BAB I

KONSEP DASAR INOVASI PENDIDIKAN

Pengertian Diskoveri (Discoveria), Invensi (Invetion) Dan Inovasi (Innovation)

Kata” inovation”(bahasa indonesia) sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan ( s. wojowosito,1972) tetapi ada yang menjadikan kata inovation menjadi kata indonesia. inovasi kadang-kadang juga di pakai untuk menyatakan temuan karena hal hal baru penemuan.

”Discovery”,”Invention” dan “Innovation ”dapat di artikan dalam bahasa indonesia penemuan , maksud ketiga kata tersebut mengandung arti di temukan ya sesuatu yang baru baik sebenarya barang itu sendiri sudah ada lama kemudian baru di ketahui atau memang benar-benar baru dalam arti sebenarya tidak ada.

Discoveri (discovery) adalah suatu penemuan sesuatu yang sebenarya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada,tetapi belum di ketahui orang .misalya penemuan benua amerika.sebenarya benua amerika sudah lama ada tetapi baru di temukan oleh columbus pada tahun 1492, maka di katakan columbus menemukan benua amerika artiya orang eropa yang pertama kali menjumpai benua amerika .(donald p,ely,1982 seminar on education chage)

Invensi (invention) adalah suatu penemuan suatu yang benar-benar berarti hasil kreasi manusia .benda atau hal yang di temukan itu benar-benar sebelumya belum ada kemudian di adakan hasil kreasi baru misalnya penemuan teori belajar , teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari plastik, mode pakaian dan sebagainya

Inovasi (innovation) ialah suatu ide barang, kejadian, metode yang di rasakan atau di amati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) industri yang sudah modern di antara tanda – tanda masyarakat baik itu berupa hasil invensi maupun discoveri. Inovasi di adakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah tertentu.

Discovery adalah penyingkapan tentang suatu sifat baru dari suatu material atau benda yang sudah dikenal atau sebelumnya sudah ada secara alami.

Invensi (Invention) adalah penemuan berupa ide yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, yang dapat berupa proses atau hasil produksi atau penyempurnaan dan pengembangan proses atau hasil produksi. Invensi dapat dipatenkan, sedangkan discovery tidak. Inovasi : “proses” dan/atau “hasil” pengembangan atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan (memperbaiki) produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru yang memberikan nilai (terutama ekonomi dan sosial) yang berarti (signifikan).

Inovasi dan Moderenisasi

Moderenisasi adalah proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih maju di antara tanda-tanda masyarakat yang sudah maju (moderen) ialah di bidang ekonomi telah makmur ,bidang politik sudah stabil,terpenuhiya pelayanan kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Inkelas mengemukakan secara detail tentang cirri-ciri manusia moderen ,berdasarkan penelitian pada masyarakat industri yang sudah maju ada 12 aspek yang menjadi tanda (krateristik) manusia moderen ,yaitu :

Bersifat terbuka terhadap pengalaman baru artiya jika menghadapi tawaran atau ajakan hal-hal yang baru yang lebih menguntungkan untuk kehidupan akan selalu mau memikirkan dan kemudian mau menerimaya tidak menuntut diri terhadap perubahan

Selalu siap menghadapi perubahan sosial, artiya siap untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat

Berpandangan yang luas artiya pendapat-pendapat tidak hanya berdasarkan apa yang ada pada diriya tetapi mau menerima pendapat yang datang dari luar diriya serta serta dapat memahami adaya perbedaan pandangan dengan orang lain

Mempuyai dorongan ingin tau yang kuat artinya setiap ada sesuatu hal yang baru membuat ingin mengetahui hal tersebut

Manusia yang moderen lebih beorentasi pada masa sekarang dan masa yang akan datangdari pada masa lampau

Manusia moderen berorientasi dan juga percaya pada hasil penghitungan baik jangka panjang maupun jangka pendek

Manusia moderen lebih percaya pada hasil perhitungan manusia dan pemikiran manusia dari pada takdir atau pembawaan.

Manusia moderen menghargai keterampilan teknik dan juga menggunakan sebagai dasar pemberian imbalan.

Wawasan pendidikan dan pekerjaan artinya manusia modern cenderung memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi serta mempunyai pekerjaan yang jelas.

Manusia moderen menyadari dan menghargai kemuliaan orang lain terutama orang yang lemah.

Memahami perluya produksi

Inovasi menekankan pada ciri adaya sesuatu yang di amati sebagai sesuatu yang baru pada individu atau masyarakat ,sedangkan moderelisasi menekankan pada adanya proses perubahan dari tradisional ke moderen atau yang dari yang belum maju ke yang sudah maju.

Krateristik Inovasi

Roger mengemukakan krateristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat lambatya penerimaan inovasi ,sebagai berikut : (Everett M,Rogers,1983,hal.14-16)

Keuntungan relatif yaitu sejauh mana inovasi di anggap menguntungkan bagi penerimanya

Kompatibel (compability) ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value) pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerimanya

Kompleksitas (complexity) ialah tingkat kesukaran untuk memahami dan mengunakan inovasi bagi penerimaya

Trialabilitas (trialability) ialah dapat di coba atau tidaknya inovasi oleh penerima

Dapat di amati (observability) ialah mudah tidakya di amati suatu hasil inovasi

Zaltman ,ductan dan holbek mengemukakan bahwa cepat lambat diterimanya inovasi di pengaruhi atribut sendiri. Suatu inovasi dapat merupakan kombinasi dari berbagai macam atribut, adapun atribut inovasi yang di kemukakan oleh zatman yaitu:

Pembiayaan (cost)

Cepat lambatya penerimaan inovasi akan di pengaruhi oleh pembiayaan pada awal (pengadaan) maupun pembiayaan untuk pembinaan

Balik modal (returns to investment)

Atribut ini haya ada pada inovasi di bidang perusahaan atau industry

Efesiensi

Menggunakan waktu yang relative singkat

Resiko dan ketidak pastian

Artinya harus siap menerima segala resiko baik diterima maupun ditolak

Mudah di komunikasikan

Setiap inovasi haruslah mudah dikomunikasikan sehingga mudah diterima dengan baik oleh masyarakat luas.

Kompabilitas

Yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value) pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerimanya

Kompeksitas

Yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan mengunakan inovasi bagi penerimanya.

Status ilmiah

Artinya telah teruji secara ilmiah

Kadar keaslian

Yaitu tingkat keaslian suatu inovasi

Dapat di lihat kemanpaatanya

Yaitu seberapa besar manfaat keberadaan inovasi tersebut

Dapat dilihat batas sebelumya

Yaitu dapat diperbandingkan dengan bentuk perkembangan pengaruh inovasi, dari sebelum inovasi itu ada dengan saat inovasi itu diberlakukan.

Keterlibatan

Yaitu tingkat keterlibatan komponen – komponen yang berpengaruh terhadap proses penerimaan inovasi tersebut.

Hubungan interpersonal

Yaitu hubungan antar sesama personal yang tergabung dalam proses inovasi tersebut

Kepentingan umum

Yaitu seberapa besar pengaruh inovasi tersebut bagi kepentingan umum

Peyuluh inovasi

Yaitu tingkat keahlian yang dimiliki penyuluh inovasi.

Pengertian Inovasi Pendidikan

Inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang, metode yang di rasakan atau di amati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang ( masyarakat) baik berupa hasil invensi atau discovery yang di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikan untuk memecahkan masalah pendidikan

Berikut ini contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial sesuai dengan pola yang di kemukakan oleh B.miles ,dengan perubahan isi sesuai dengan perkembangan pendidikan dewasa ini:

Pembiayaan personalia

Yaitu menambah suntikan pembiayaan personalia sehingga lebih efektif

Banyaknya personal dan wilayah kerja

Yaitu menambah personal dan wilayah kerja dalam rangka mensukseskan diberlakukannya inovasi tersebut

Fasilitas fisik

Yaitu menambah fasilitas fisik yang mendukung berlangsungnya inovasi

Penggunaan waktu

Yaitu menambah efisiensi waktu

Perumusan tujuan

Yaitu mengubah struktur tujuan untuk lebih terperinci dan lebih mendalam

Prosedur

Yaitu Membuat proseduran yang lebih terperinci

Peran yang di perlukan

Yaitu Menambah beberapa peran yang diperlukan

Wawasan dan perasaaan

Yaitu menambah wawasan dengan tidak mengabaikan perasaan

Bentuk hubungan antar (mekanisme kerja)

Yaitu membangun hubungan yang lebih baik sehingga mekanisme kerja berjalan dengan lancer.

Hubungan dengan sistem lainya

Yaitu memperhitungkan hubungan dengan sistem lainnya sehingga tidak mempengaruhi komponen – komponen yang ada

Strategi

Yaitu Mengatur strategi yang matang dengan langkah – langkah sebagai berikut:

Desain

Membuat desain yang lebih baik

Kesadaran dan perhatian

Memperhatikan aspek kesadaran dan perhatian

Evaluasi

Mengevaluasi secara rutin inovasi yang ada sehingga kelemahan yang ada dapat segera diantisipasi

Percobaan

Inovasi adalah an idea, practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genius dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa ide, proses dan produk dalam berbagai bidang. Contoh bidangnya adalah :

Managerial

Yaitu bidang pengaturan atau pengelolaan

Teknologi

Yaitu bidang yang mencakup alat – alat yang mempermudah suatu proses

Kurikulum

Yaitu Kajian isi, bahan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan sesuatu hal

Aspek pokok yang mempengaruhi inovasi adalah :

Struktur

Yaitu semua komponen yang ada dalam inovasi tersebut

Prosedur

Yaitu langkah – langkah yang bersangkutan dengan inovasi tersebut.

Personal

Yaitu orang – orang yang terlibat dalam inovasi tersebut

Inovasi yang berbentuk metode dapat berdampak pada perbaikan, meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran, prosedur supervise serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan.

Praktisi Pendidikan dapat dikelompokan ke dalam :

Administrator

Administrator merupakan komponen yang menunjang proses administrasi pendidikan.

Teacher

Dalam hal penerimaan atau sikap terhadap perubahan dua kelompok ini mempunyai pandangan dan sikap yang tidak selalu sama, karena peran yang dimainkan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan berbeda dan lingkungan kerja yang sering dijalani masing-masing juga berbeda

Menurut Ernest R House, dalam pendidikan Administrator (Kepala dan Pengawas lebih mudah menerima inovasi disbanding guru karena :

Sosial interaction inhibit diffusion across professional boundaries

Teacher remain isolated in classroom which does not enhance the diffusion of new idea within the profession

Never adopt innovation as a whole, only bits and pieces

Passive adopter

Dalam konteks Indonesia, inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down,dalam arti inisiatif dalam melakukan inovasi selalu dating dari pihak pemerintah.

Suatu inovasi tidak begitu saja dapat diterima. Perubahan-perubahan yang dibawa inovasi memerlukan persiapan dan waktu yang panjang, Kecepatan pelaksanaannya tergantung pada kondisi sekolah dan kesiapan para pelaksana (Hasan, 1995), Cepat atau lambatnya suatu inovasi diterima oleh masyarakat atau sekolah tergantung pada karakteristik inovasi tersebut Menurut Everett M. Rogers (1983), ada lima karakteristik suatu inovasi agar dapat diterima, yaitu:

Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Tingkat keuntungan atau kemanfaatan suatu inovasi dapat diukur dari nilai ekonomi, kepuasan, dan status sosial, atau karena mempunyai komponen yang sangat penting. Makin menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya inovasi.

Kompatibel, yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai, pengalaman masa lampau, dan kebutuhan penerima.

Kompleksitas, yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima. Suatu inovasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan akan cepat tersebar, sedangkan inovasi yang sukar dimengerti atau sukar dipergunakan akan lambat proses penyebarannya.

Triabilitas, yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima.

Observabilitas, yaitu mudah tidaknya diamati suatu inovasi.

Discovery adalah penemuan2 yang tidak disengaja / disengaja untuk kepentingan umat manusia tapi masyarakat belum menerima secara luas dan masih mendapat tentangan dari banyak pihak tentang dampak positif dan negatif dari penemuan tersebut terhadap kehidupan masyarakat, ini terjadi karena pemikiran masyarakat tidak sampai ke situ atau masyarakat tidak sedang membutuhkan penemuan tersebut sekarang jadi ditolak.

BAB II

DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN

Pengertian Difusi Dan Diseminasi

Konsep dasar difusi inovasi yaitu suatu proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu selama jangka waktu tertentu terhadap anggota suatu sistem sosial. Dalam difusi suatu inovasi, mesti ada inovasinya itu sendiri apa, melalui saluran komunikasi apa saja inovasi tersebut diperkenalkan, kepada siapa, dalam jangka waktu tertentu..

Difusi adalah proses komunikasi inovasi antara warga masyarakat (anggota system sosial), dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu tertentu. Komunikasi dalam definisi ini di tekankan dalam arti, terjadinya saling tukar informasi (hubungan timbal balik), antar beberapa individu baik secara memusat (konvergen ) maupun memencar ( divergen), yang berlangsung secara spontan.

Jadi difusi dapat juga merupakan salah satu tipe komunikasi, yakni komunikasi yang mempunyai ciri pokok, pesan yang di komunikasikan adalah hal yang baru( inovasi)

Rogers membedakan antara sistem difusi sentralisasi dan system difusi desentralisasi. Dalam system difusi sentralisasi, peraturan tentang berbagai hal seperti: kapan dimulainya difusi inovasi, dengan saluran apa, siapa yang akan menilai hasilnya (dilakukan oleh sekelompak kecil orang tertentu atau pimpinan agen pembaharu. Sedangkan dalam sistem difusi desentralisasi, penentuan itu dilakukan oleh klien (warga masyarakat) bekerja sama dengan beberapa orang yang telah menerima inovasi.

Diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan dan dikelolah. Jadi kalau difusi terjadi secara sepontan, maka diseminasi dengan perencanaan.

Elemen Difusi Inovasi

Rogers mengemukakan ada 4 elemen pokok difusi inovasi, yaitu:

Inovasi

Inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang. Baru disini diartikan sesuatu yang mengandung ketidak tentuan, sesuatu yang masih mengandung berbagai alternatif. Dengan adanya informasi yang diterima seseorang akan mengurangi ketidak tentuan tersebut, artinya makin jelas apa dan bagaimana hal yang baru itu.

Komunikasi dengan Saluran Tertentu

Komunikasi yaitu komunikasi yang menggunakan hal yang baru sebagai bahan informasi. Saluran komunikasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi dari seseoarang ke orang lain. Kondisi kedua pihak yang berkomunikasi akan mempengaruhi pemilihan atau penggunaan saluran yang tepat untuk mengefektifkan proses komunikasi. Misalnya saluran media masa seperti radio, televisi, surat kabar dan sebagainya tepat digunakan untuk menyampaikan informasi dari seseorang atau sekelompok orang kepada orang banyak (massa).

Biasanya media massa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada audien dengan maksud agar audien (penerima informasi) mengetahui dan menyadari adanya inovasi. Proses komunikasi akan lebih efektif jika memenuhi prinsip homophily (kesamaan), dan sebaliknya akan kurang efektif jika heterophily. Kesukaran komunikasi yang disebabkan adanya hererophily dapat dikurangi dengan emphatic (emphaty). Kegiatan komunikasi dalam proses difusi mencakup hal- hal sebagai berikut : (1) suatu inovasi (2) Individu atau kelompok yang telah mengetahui dan berpengalaman dengan inovasi (3) individu atau kelompok yang lain yang belum mengenal inovasi, (4) saluran komunikasi yang menggabungkan antar kedua pihak tersebut.

Waktu

Waktu adalah elemen yang penting dalam proses difusi, karena waktu merupakan aspek utama dalam proses komunikasi. Peranan dimensi waktu dalam proses difusi terdapat pada tiga hal sebagai berikut:

Proses kebutuhan inovasi

Yaitu seberapa lama inovasi itu dibutuhkan

Kepekaan seseorang terhadap inovasi.

Yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang dalam menanggapi inovasi tersebut

Kepekaan penerimaan inovasi.

Yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam penerimaan inovasi

Sistem Sosial (warga masyarakat)

Sistem sosial ialah hubungan (interaksi) antara individu atau unit dengan bekerja sama untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem sosial: petani di pedesaan, dosen dan pegawai di pergurua tinggi, kelompok dokter dirumah sakit, dan sebagainya. Semuan anggota sistem sosial berkerja sama untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan bersama.

Berikut ini akan dibicarakan hal-hal yang berkaitan dengan sistem sosial dan pengaruhnya terhadap proses difusi inovasi, dengan topik-topik: bagaimana bentuk sistem sosial mempengaruhi difusi, pengaruh norma dalam difusi, pengaruh pimpinan (pemuka) pendapat dan agen pembaharu, tipe keputusan inovasi, dan konsekuensi inovasi. Semua hal-hal tersebut, berperan dalam hubungan antara kesepakatan untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan tertentu atau sistem sosial dengan proses difusi inovasi yang terjadi didalam sistem sosial.

Stuktur sosial dan difusi.

Struktur dalam hal ini diartikan sebagai pedoman peraturan unit dalam suatu sistem. Struktur sosial bukan hanya berlaku dalam organisasi formal tetapi juga dalam struktur informal, yaitu hubungan antara sesame warga masyarakat atau antara anggota sistem sosial secara informal, dengan ciri utama adanya kejelasan siapa berhubungan dengan siapa dan dalam situasi yang bagaimana. Misalnya dalam suatu sistem sosial timbul kelompok (beberapa orang) yang mengadakan ada beberapa orang yang bersahabat karena bersama-sama berusaha memecahkan suatu masalah yang dihadapi bersama (klique).

Norma sistem sosial dan difusi.

Norma yang berlaku pada suatu sistem social merupakan pedoman tinggkah laku anggota system social yang ditaati. Norma yang berlaku pada suatu sistem sosial berpengaruh terhadap kecepatan penerimaan inovasi.

Pemuka pendapat dan agen pembaharu

Pemuka pendapat ialah orang yang mampu mempengaruhi orang – orang lain agar mengubah sikap atau tingkah lakunya secara informal, kearah sesuatu perubahan yang dikehendaki.

Agen pembeharu adalah seorang professional yang bertugas untuk mempengaruhi klien (sasaran inovasi), untuk mengambil keputusan mengikuti inovasi, sesuai dengan tujuan yang akan di capai oleh lembaga atau organisasi tempat agen pembaharu itu bekerja.

Tipe keputusan inovasi.

Keputusan inovasi opsional, yaitu pemilihan menerima atau menolak inovasi, berdasarkan keputusan yang telah ditentukan oleh individu ( seseorang) secara mandiri tanpa tergangtung atau terpengaruhi dorongan anggota system social yang lain.

Keputusan inovasi kolektif, ialah pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi, berdasarkan keputusan yang di buat secara bersama sama berdasarkan kespakatan antar anggota sistem sosial.

Keputusan inovasi otoritas, ialah pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi, berdasrkan keputusan yang dibuat oleh seseorang atau kelompok orang yang mempunyai kedudukan, status, wewenang atau kemampuan yang lebih tinggi daripada anggota yang lain dalam suatu sistem sosial.

Keputusan inovasi kontingen (contingen) yaitu pemilihan meneriama atau menolak sesuatu inovasi, baru dapat dilakukan hanya setelah ada keputusan inovasi yang mendahului.

Konsekuensi inovasi.

Konsekuensi inovasi ialah perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai hasil dari penerimaan atau penolakan dari suatu inovasi. Konsekuensi inovasi dapat diklarisifikasikan menjadi tiga macam yaitu :

Konsekuensi yang bermanfaat dengan yang tidak bermanfaat, hal ini tergantung dari hasil inovasi di dalam sistem sosial itu fungsioanal atau tidak funsional.

Konsekuensi langsung dengan tidak langsung, tergantung dari perubahan yang terjadi pada individu atau sistem sosial berupa respon yang segera atau pertama terjadi terhadap iunovasi atau respon yang kedua,yang terjadi setelah adanya konsekuensi langsung.

Konsekuensi yang diharapkan dengan tidak diharapkan, tergantung dari bagaiman perubahan itu, diketaui dan direncanakan oleh anggota sistem sosial atau tidak.

BAB III

STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN

Strategi adalah suatu cara atau tehnik untuk meyebarkan inovasi, Dalam proses penyebaranyan inovasi ini tidaklah mudah untuk dilakukan secara cepat, tetapi akan menggunakan proses yang sangat rumit sehingga penyebaranyapun menggunakan sebuah setrategi. Dalam proses penginovasian akan lebih mudah diterapkan jika kita akan menggunakan sebuah tehnik-tehnik tertentu melalui setrategi yang akan digunakan. Dengan adanya setrategi maka hambatan-hambatan inovasi akan lebih mudah diatasi.

Salah satu faktor yang ikut menentukan efektivitas pelaksanaan program perubahan Sosial adalah ketepatan penggunaan strategi, tetapi memilih strategi yang tepat bukan pekerjaan yang mudah.

Ada empat macam strategi :

Strategi Fasilitatif

Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakqan strategi fasilitatif artinya untuk mencapai tujuan perubahan perubahan sosial yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar. Strategi fasilitatif akan dapat digunakan dengan tepat jika :

Mengenal masalah yang dihadapi serta menyadari perlunya mencari target perubahan.

Merasa perlu adanya perubahan.

Bersedia menerima bantuan dari luar dirinya.

Memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha merubah atau memperbaiki dirinya.

Strategi Pendidikan.

Dengan strategi ini orang harus belajar lagi tentang sesuatu yang dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari tingkah laku atau sikap baru. Strategi pendidikan dapat berlangsung efektif, perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini :

Digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai

Disertai dengan keterlibatan berbagai pihak, misalnya dengan adanya, sumbangan dana, donator, serta penunjang yang lain.

Digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya.

Strategi pendidikan akan kurang efektif jika :

Tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Digunakan dengan tanpa dilengkapi strategi yang lain.

Strategi bujukan.

Strategi bujukan tepat digunakan bila klien tidak berpartisipasi dalam perubahan sosial. Berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambil keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial. Strategi bujukan tepat jika masalah dianggap kurang penting atau jika cara pemecahan masaalah kurang efektif serta pelaksana program perubahan tidak memiliki alat control secara langsung terhadap klien.

Strategi Paksaan.

Strategi dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan. Penggunaan strategi paksaan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

Partisipasi klien terhadap proses perubahan rendah.

Klien tidak merasa perlu untuk berubah.

Berikut ini akan diuraikan tentang bagaimana guru dan kepala sekolah yang akan mengadakan perubahan atau menerapkan inovasi.

Tujuan diadakannya inovasi perlu dimengerti dan diterima oleh guru, siswa serta orang tua dan juga masyarakat. Harus dikemukakan dengan jelas mengapa perlu ada inovasi.

Motivasi positif harus digunakan untuk memberikan rangsangan agar mau menerima inovasi. Motivasi dengan ancaman, dengan mengajak agar orang mengikuti yang dilakukan oleh orang lain atau dengan menasehati agar orang menghindari kegagalan, belum tentu dapat berhasil.

Harus diusahakan agar individu ikut berpartisipasi dalam mengambil keputusan inovasi. Guru, siswa, maupun ornag tua siswa, diberi kesempatan ikut berperan dalam mengambil keputusan menerima atau menolak inovasi.

Perlu direncanakan tentang evaluasi keberhasilan program inovasi. Kejelasan tujuan dan cara menilai keberhasilan penerapan inovasi, merupakan motivasi yang kuat untuk menyempurnakan pelaksanaan inovasi.

Ada beberapa srtategi pembaharuan untuk dipertimbangkan dalam rangka mencapai tujuan pembaharuan :

Strategi Empiris Rasional.

Asumsi dasar strategi ini adalah bahwa manusia mampu menggunnakan akal dan akan bertindak dengan cara-cara yang rasional. Oleh karena itu, tugas inovasi yang utama adalan mendemontrasikan pembaharuan tertentu melalui metode terbaiik yang sahih (valid) akan lebih memungkinkan pengopsianya bagi receiver.

Strategi ini didasarkan atas suatu pandangan yang optimistic, yang dapatditemikan diseluruh dunia barat, strategi ini merupakan dasar bagi praktek liberal dan riset empiris dan pendidikan umum.

Dalam pertimbangan strategi ini adalah seperti yang diketengahkan oleh benno dan chin.

Pemahaman dasar reserver terhadap pembaharuan riset dasar dan persebaran pengetahuan melalui pendidikan umum.

Pemilihan dan penempatan personal. Sering kali kesukaran dalam menjamin keberhasilan tugas pembaharuan.

Analisis sytem. Strategi ini adalah suatu strategi yang mendasar diri pada ilmunya.

Riset Terapan dan sytem-system nata rantai untuk defuse hasil-hasil riset. Strategi ini mendasarkan pada riset terapan dengan pencirian dasr pada suatupihak.

Pemikiran dalam utropis sebagai perubahan.

Pendekatan ini lahir dari studi tentang masa depan pendidikan seperti studi “Eropa tahun 2000”. Pada dasrnya pendekatan ini beralaskan pengetahuan masa sekarang, berusaha untuk “Meramal” masa depan. Dengan kata lain masa depan akan didasarkan atas trens dan tendensi yang dapat diopservasi sekarang ini.

Asumsi dar yang mendukung strategi Empiris rasional ialah bahwa riset itu “netral”dan”Objektif”. Cara (Model) riset ilmu social ini diambil dari ilmu-ilmu murni.

Strategi Normatif-Reedukatif

Strategi ini didasarkan atas tulisan-tulisan Sigmun Fleud, Jhon Devey, Kurt Lewin, dan lain-lain.dalam hal ini yang menjadi pusat kepentingan ialah persoalan mengenai bagaimana klien memahami permasalahanya. Masalah pembaharuan bukan perkara mengisi (supliying) sikap, skill, nilai-nilai, dan hubungan manusia. Pembaharuan sikap justru sama perlunya dengan perubahan produk-produk . menerima sistem nilai klien berarti mengurangi manipulasi dari luar. Pembaharuan dibatasi sehingga kekuatan yang bersifat mengaktifkan didalam system harus diubah.

Asumsi tentang motivasi ini berbeda dengan asumsi-asumsi yang mendasari sytrategi empiris rasional. Bennis, Bennen, dan Chin berkomentar tentang hal ini : ” strategi ini didasarkan atas asumsi bahwa motivasi manusia berbeda dengan setrtegiisetrategi yang mendasari sertategi empiris rasional, rasionalitas dan intelejensi manusia tidak dikesampingkan.

Norma sosial budaya didukung oleh sikap dan system nilai dari tiap-tiap individu, pandangan normative, yang menyokong komitmen-komitmen mereka. Perubahan-perubahan dalam orientasi normatif meliputi perubahan dalam sikap, nilai, skil, dan hubungan-hubungan yang berarti, tidak saja perubahan-perubahan dalam pengetahuan informasi atau alasan-alasan intelektual bagi perbuatan dan praktek.

Intelegensi lebih merupakan (noma) social ketimbang (norma) individu secara sempit. Perubahan bukan saja dalam kelengkapan yang menyangkut informasi yang rasional dari manusia, tertapi juga pada tingkat personal. Dalam kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai, seperti halnya pada tingkat social budaya merupakan perubahan-perubahan dalam struktur normative dalam aturan-aturan dan hubungan-hubungan yang diintitusialisasikan seperti halnya dalam orientasi-orientasi kognitif dan perceptual. Dalam setrategi normative-reedukatif, seorang agen merubah bekerja sama-sama dengan klienya.

Bennis, Bennen, dan Chin menekankan keterlibatan klien dalam pembaharuan. Hal ini didasarkan atas anggapan bahwa agen pengubahan mesti belajar bekerja secara bersekongkol de4ngan klien untuk memecahkan prolema-problema yang dihadapi klien itu. Unsure-unsur yang ada dibawah sadar (nonconcicus) mesti dibawa kedalam kesadaran dengan metode-metode serta konsep-konsep ilmu behjavioral.

Kedua kelompok strategi ini meliputi :

Pengembangan kemampuan memecahkan problema dari suatu sistem. Tekanannya disini adalah pada potensi sistem klien untuk mengembangkan struktur-struktur dari proses pemecahan masalah mereka.

Pelaksanaan serta pemeliharaan pertumbuhan didalam diri orang-orang yang menjalankan system itu untuk diubah. Disini tekananya adalah pola diri sendiri (person) sebagian unit dasar dari setiap organisasi sosial. Hal ini didasarkan atas keyakinan bahwa person akan sanggup melakukan perbuatan kreatif jika kondisi-kondisi dibuat menguntungkan.

Pada dasarnya strategi-strategi ini tidak dipandang sebagi suatu hubungan antara “pengetahuan” dan sesuatu (seseorang) yang akan berubah (seperti dalam strategi empiris-rasional). Sebaiknya, proses tersebut dipandang sebagi suatu dialog yang melibatkan seorang klien dan seorang “agen pengubah”.

Strategi-strategi normative-reedukatif yang didasarkan atas suatu pemahaman idealis akan amat memuaskan manusia dengan suatu asumsi optimistik akan kemungkinanan-kemungkinan (possibelitas) bagi perubahan yang penuh arti yang dimulai oleh individu dan melalui individu. Keefektifan setretegi ini antara lain:

Perubahan-perubahan mulai dengan individu dan sikapnya, dan bukan dengan stuktur sosial dapat dia hidup.

Seorang agen pengubah dapat bekerja dalam suatu valuc vakum.

Perubahan-perubahan dapat terjadi tanpa suatu perubahan dalam kekuasaan artau sesudah itu diikuti oleh perubahan dalam hubunga-hubungan kekuasaan diantara individu-individu dan kelompok-kelompok.

Dasar-dasar bagi perubhan yang berarti dalam consensus antara interest group yang berbeda dalam system itu.

Strategi Kebijakan Administratif

Kewajiban (imposition) kekuasaan ialah mengubah kondisi yang didalamnya orang lain dengan jalan membatasi alternative-alternatif atau dengan jalan menghasilkan konsekuensi – konsekuensi dari tindakan mereka.

Tentang pendekatan ini Bennis, Bennen, dan Chin mengatakan: pendekatan kebijakan administrative bukanlah pengguna kekuasaan dalam pengertian pengaruh oleh satu orang, atas orang lain atau satu kelompok atas kelompok lain, yang membedakan satu keluarga setrategi ini dari setrategi-setrategi yang sudah didiskusikan kekuasaan dalam pemahaman ini merupakan suatu bahan (ingredient) dari seluruh tindak manusia. Mereka cenderung melihat perbedaan setrategi-setrategi dalam unsure kekuasaan tempat strategi – strategi perubahan itu tergantung dan cara-cara kekuasaan dibentuk dan dipakai dalam proses perubahan.

Lebih jauh Bennis, Bennen, dan Chin menegaskan, setretegi empiris rasional juga tergantung pada kekuasaan potensial dirinya sendiri. Arus informasi dating dari orang yang memberitahu kepada orang yang belum tahu. Strategi normative reedukatif tidak menolak pentingnya pengetahuan sebagai sumber kekuasaaan. Akan tetapi pada umumnya setrategi kebijakan administrative menekankan kekuasaaan politik legal administrative dan ekonomis sebagai suatu sumber utama dari seluruh kekuasaan.

Lebih spesifik lagi Bennis, Bennen, dan Chin mengetengahkan sub setrategi sebagai berikut :

Setrategi tanpa kekerasan (Non Violence Setrategi).

Setrategi ini dikembangkan oleh mahasiswa – mahasiswa, dan telah dipakai oleh sekolah-sekolah sebagi salah satu setrategi utama untuk mengubah kondisi – kondisi.

Gunakan lembaga-lembaga politik untuk mencapai perubahan-perubahan dalam pendidikan, kekuasaan politik merupakan peristiwa yang sangat sering kita temukan, khususnya bila pendapat-pendapat (suara) mayoritas telah digunakan untuk memperkenalkan perubahan-perubahan dalam system.

Perubahan melalui rekomendasi dan manipulasi elit-elit kekuasaan

Pembaharuan tidak dapat dicapai melalui konsensus, tetapi akan selalu dicapai melaui konflik-konflik dan redistribusi kekuasaan.

Strategi Gabungan Politik

Dalam pendidikan, setrategi yang bersifat memaksa telah digunakan untuk beberapa tujuan pengguna prosedur-prosedur pemilihan, baik untuk para guru maupun untuk para siswa. Yang dapat dipandang sebagi satu strategi administratif. Sistem ganjaran (pemberian pujian atau hadiah) dah hukuman bagi para guru juga bagi siswa merupakan variasi lain dari strategi semacam ini.

Strategi Kebijakan Administratif dan Strategi Gabungan Politik Administratif

Strategi Kebijakan Administratif

Menurut Bennis, Bennen, dan Chin mengatakan :

“Pendekatan kebijakan administrative bukanlah pengguna kekuasaan dalam pengertian pengaruh oleh satu orang atas orang lain atau oleh satu kelompok lain, yang membedakan keluarga setrategi ini dan setratyegi yang sudah didiskusikan.

Bennis, Bennen, dan Chin mengetengahkan sub setrategi

Strategi tanpa kekerasan (Non Violence Setrategi).

Ini dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiswa yang telah dipakai oleh sekolah-sekolah sebagai salah satu setyrategi utama untuk mengubah kondisi-kondisi.

Gunakan lembaga-lembaga politik untuk mencapai perubahan dalam pendidikan.

Perubahan melalui rekomentasi dan maniulasi elit-elit kekuasaan.

Strategi Gabungan Politik Administratif

Dalam pendidikan, setrtegi yang bersifat memaksa telah digunakan untuk beberapa tujuan penggunaan prosedur-prosedur pemilihan, baik untuk para guru maupun untuk para siswa, yang dipandang sebagi sebagi satu setrategi administratif.

Adapun satu perbedaan yang jelas antara setrategi politik administrative dan setrategi yang digambarkan diatas. Perbedaan-perbedaan ideology dan nilai-nilai interest group telah diperlibatkan melalui kekuasaan yang terbukan.

BAB IV

PROSES KEPUTUSAN INOVASI PENDIDIKAN

Pengertian Proses Keputusan Inovasi

Proses keputusan inovasi adalah proses yang dilalui (dialami) oleh individu (unit pengambil keputusan yang lain) mulai dari pertama kali tahu adanya inovasi kemudian dilanjutkan dengan keputusan sikap terhadap inovasi, penetapan menerima atau menolak inovasi. Implementasi inovasi, dan konfirmasi terhadap keputusan iovasi yang telah diambil. Proses keputusan inovasi bukan kegiatan yang dapat berlangsung seketika, tetapi serangkaian kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, sehingga individu atau organisasai dapat menilai gagasan yang baru itu. Ciri pokok keputusan inovasi perbedaanya dengan tipe keputusan yang laian ialah dimulai dengan adanya ketidak tentuan (uncertainly)tentang suatu inovasi.

Model Proses Keputusan Inovasi

Tahap pengetahuan (knowladle), tahap ini berlangsung bia seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain membuka diri tehadap adanya suatu inovasi serta ingain mengetahui bagaimana fungsi inovasi tersebut.

Tahap bujukan (persuasion), tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain mulai membentuk sikap menyenangi terhadap inovasi.

Tahap keputusan (decision), tahap ini berlangsung ketika seseoarng atau unit pengambilan keputusan yang lain melakukan aktivitas yang mengarah ke penetanpan untuk menerima atau menolak inovasi.

Tahap implemntasi (implemenntasion) , tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambilan keputusan yang lain, menerpakan atau menggunakan inovasi.

Tahap konfirmasi (confirmation), tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambilan keputusan yanglain, mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang telah dibuatnya. Pengambil keputusan dapat menarik kembali keputusannya jika ternyata diperolah informasi tentang inovasi yang bertentangan dengan informasi yang dierima terdahulu.

2 responses to this post.

  1. mantap sob

    Balas

  2. wih excelen…… nambah ilmu nich. makasih…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: