AGEN PEMBAHARU 1

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Pada akhir abad dua puluh, manusia hidup dalam pranata sosial yang serba cepat berubah. Manusia dengan akalnya telah dapat menunjukkan kelebihan anugerah Tuhan Yang Maha Esa dengan kemampuannya menciptakanberbagai macam saranayang dpat digunakan untuk menguasai, memanfaatkan, dan mengembangkan lingkungannya untuk kemajuan dan kesejahteraan hidupnya.

Pada saat ini perkembangan kemajuan teknologi begitu cepat. Tom Forester menyebutnya dengan nama revolusi industri kedua. Kemajuan ini berdasarkan pada rakitan elektromagnetik, seperti photografi, telephon, radio komunikasi, radar, laser, dan berbagai macam digital komputer elektronik. Segala macam peralatan ini saling berkaitan, dimana yang satu dapat menyempurnakan yang lain. Hanya dalam waktu yang singkat komunikasi elektronik telah berkembang pesat. Penggunaan komputer telah telah tersebar ke dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan.

Revolusi industri kedua telah menghasilkan kemampuan otak manusia dengan mesin, misalnya komputer yang dapat menyimpan data serta mengeluarkan kembali pada saat diperlukan, dapat menghitung, dapat memilih sesuatu yang dikehendaki sesuai dengan petunjuk dan kebutuhan. Tetapi kehebatan computer hanya sebagai alat, kunci penggunaan alat tersebut tetap ada pada manusia dan computer tidak akan menyamai kemampuan otak manusia ciptaan Tuhan.

Dari uraian di atas, dapat dikemukakan bahwa hasil kemajuan teknologi dapat didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Kemajuan dan perubahan kehidupan sosial yang serba cepat merupakan tantangan atau masalah dalam bidang pendidikan. Guru harus menyiapkan anak didik agar mereka mampu menghadapi kehidupan modern. Kurikulum sekolah harus disusun agar relevan dengan tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Guru sebagai agen pembaharu jika kurang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka menyebabkan kemunduran dalam bidang pendidikan. Kita selalu menyerahkan studi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada orang lain dan membuat kita tergantung pada orang lain. Di dalam abad modern, masalah kehidupan manusia tidak dapat dipecahkan kecuali dengan upaya pengembangan ilmiah, dan kunci untuk sukses di dalam seluruh urusan harus bersandar pada ilmu. Karena itu adalah kewajiaban bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk meraih pengetahuan teknik dan ilmiah yang lengkap dan mutahir. Ketidakterampilan agen pembaharu dalam pendidikan tak lain dan tak bukan karena dihasilkan oleh sistem pendidikan nasional yang tidak baik. Agen perubahan berdiri sendiri-sendiri, tidak membentuk jaringan agen perubahan. Sehingga untuk membangun sebuah inovasi terhambat. Sebuah kegiatan yang terorganisir akan lebih efektif dibanding dengan yang tidak terorganisir.

Untuk menjawab tantangan di atas, perlu adanya sesuatu yang baru dalam bidang pendidikan, yaitu inovasi pendidikan. Suatu inovasi akan bermanfaat untuk memecahkan masalah pendidikan, jika inovasi tersebut dapat diterima dan diterapkan oleh para pelaksana kegiatan pendidikan (pendidik) yang memahami tentang inovasi pendidikan. Salah satu hal yang perlu dipahami adalah peranan wahana pembaharu (change agent).

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

  1. Memahami pengertian agen pembaharu.
  2. Memahami fungsi dan tugas peran agen pembaharu.
  3. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan agen pembaharu.
  4. Memahami sistem difusi sentralisasi dan sentralisasi.

     

Bersambung……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: