Materi S

SISTEM PENGELUARAN PADA MANUSIA

Jika kita berada di bawah terik matahari atau di dalam bus kota yang penuh sesak, kita sering berkeringat. Setiap hari kita pun mengeluarkan air seni (urin). Selain itu, saat bernapas kita menghembuskan karbondioksida.

Dalam tubuh manusia dan hewan terjadi proses metabolisme. Proses metabolisme selain menghasilkan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh, juga menghasilkan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh yang jika tidak dikeluarkan akan bersifat racun bagi tubuh. Proses pengeluaran zat-zat sisa tersebut disebut sistem ekskresi.

Peristiwa tersebut akan menghasilkan zat sisa atau sampah. Zat sisa yang terbentuk bermacam-macam, misalnya air, karbondioksida, dan senyawa nitrogen. Zat sisa itu harus dikeluarkan karena dapat bersifat racun bagi tubuh. Proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna bagi tubuh disebut ekskresi. Ekskresi dilakukan oleh alat khusus dalam sistem organ pengeluaran.

Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa sebagai hasil metabolisme di dalam tubuh yang tidak berguna. Alat ekskresi pada manusia terdiri atas ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Alat-alat tersebut masing-masing mempunyai fungsi untuk mengekskresikan zat-zat tertentu (Tabel 2.1).

Tabel 2.1. Alat-alat pengeluaran dan zat yang dikeluarkannya.

No. Nama alat ekskresi Zat yang dikeluarkan
1

2

3

4

Ginjal

Kulit

Paru-paru

Hati

Air, urea, garam, vitamin, dan obat-obatan yang berlebihan

Air dan garam

CO2 dan H2O

Cairan empedu

Alat ekskresi dan fungsinya :

No Organ Bagian-bagian organ Fungsi Keterangan
1. Ginjal –     Kulit (korteks)

–     Sumsum (medula)

–     Rongga ginjal (pelvis)

Menyaring darah dengan hasil berupa urin Penyaringan pada badan malphigi yang terletak di kulit ginjal
2. Kulit –     Kulit ari (epidermis) terdiri dari lapisan tanduk dan lapisan malphigi

–     Kulit jangat (dermis) berisi pembuluh darah, kelenjar keringat, pangkal rambut, dan ujung saraf peraba serta perasa.

–     Jaringan ikat bawah kulit yang mengandung banyak lemak

–     mengeluarkan keringat

–    mengatur temperatur tubuh

3. Paru –     kanan 3 lobus, kiri 2 lobus

–     mengandung jutaan alveolus

mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO2 dan uap air Fungsi lain, sebagai alat pernapasan
4. Hati Terletak dalam rongga perut sebelah kanan, di bawah diafragma Mengeluarkan pigmen empedu yang menyebabkan urine dan feses berwarna kuning Fungsi lain :

–      sebagai kelenjar pencernaan

–      menyimpan gula dalam bentuk glikogen

–      menetralkan racun

Ginjal

Proses pembentukan urine

Penyaringan darah dilakukan di dalam badan Malphigi. Partikel-partikel yang cukup halus di dalam darah, mis. Air, gula, garam, dan urea akan tersaring dan masuk glomerulus ke kapsul Bowman. Sedangkan partikel-partikel yang lebih besar seperti sel-sel darah dan protein tidak ikut tersaring.

Cairan yang masuk ke dalam kapsul Bowman bukan merupakan urine yang sebenarnya karena di dalamnya masih terdapat zat yang dapat digunakan oleh tubuh, seperti gula yang ikut tersaring. Oleh sebab itu, di dalam pembuluh-pembuluh halus yang dikelilingi oleh jaringan pembuluh kapiler terjadi penyerapan kembali (reabsorpsi). Urine yang sebenarnya adalah sisa cairan setelah reabsorpsi.

Kelainan dan gangguan sistem ekskresi

–          Netfritis akuta, yaitu kerusakan nefron yang ditandai dengan serangan mendadak, temperatur dan denyut jantung naik, dan urine sedikit berwarna merah tua.

–          Netfritis, yaitu peradangan pada nefron.

–          Sistitis, yaitu gangguan akibat radang kandung kencing.

–          Uremia, yaitu gangguan berupa air kencing mengandung darah.

–          Diabetes mellitus (kencing manis), yaitu gangguan akibat adanya zat gula pada urin

–          Diabetes insipidus (kencing terus-menerus), yaitu gangguan yang disebabkan kekurangan hormon ADH.

–          Penyakit liver, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus atau cacing hati.

–          Eksim, yaitu penyakit kulit yang sering akut dan kronis.

–          Nephrolithiasis (batu ginjal), merupakan penyakit karena adanya endapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kantong kemih, yang menyebabkan urine sulit keluar dan menimbulkan rasa nyeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: