Mie Instant, Enak Tapi Berbahaya (kah)?

 

Mie instan tidak hanya disukai kalangan menengah ke bawah tapi semua lapisan masyarakat. Saya tidak memperhatikan apakah Indomie juga beriklan di harian seperti Kompas. Kalau ya, lucu juga sebab itu sama saja dengan mengiklankan produk rokok yang sama-sama berbahaya bagi kesehatan walau saya kira tak separah rokok yang harus mengorbankan perokok pasif. Kalau saya berada di samping orang yang melahap indomie, saya tidak akan apa-apa. Segala jenis makanan instan kan sebenarnya tak bagus. Termasuk susu-instan. Kata mereka pemilik produk itu bagus. Itu kan akal-akalan mereka saja untuk menarik lebih banyak pembeli.

Yang paling bagus itu adalah makanan alami yang kita olah sendiri. Sekali lagi, kalaupun kita terpaksa makan makanan instan, dalam kondisi darurat dan tidak ada pilihan lah. Konon salah satu penyebab semakin mudahnya orang jatuh sakit dan berpenyakit macam-macam adalah akibat pola makan dan jenis makanan yang mereka konsumsi. Kita bisa cari informasi apa bahaya makan mie instan lewat Google, akan bermunculan di sana.

Mie instan merupakan salah satu penyebab kanker dan berbagai jenis penyakit lainnya terutama di bagian usus. Ada loh orang yang sampai harus potong usus karena suka makan mie-instan. Banyak anak kecil yang suka mie instan. Kadang selain tiap hari, bisa jadi mereka makan mie instan dua kali atau bahkan selalu makan mie instan. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dsb, pengawet buatan, dan sebagainya.

Sebaiknya jangan biarkan anak makan mie instan. Jika pun harus, masaklah air yang banyak. Sisihkan sebagian air untuk kuah dan masukan ke piring. Setelah itu baru masukan mie. Buang air rebusan mie (jangan dimakan). Bumbu cukup separuh dan perbanyak airnya hingga penuh agar bumbunya jadi hambar. Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak tigahari setelah anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Menurut Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.

Amankah Mengkonsumsi Mie Instan ?

Selama mie instan tersebut sudah mendapat izin dari Depkes, tentulah aman. Namun bila dikonsumsi setiap hari, apalagi oleh anak-anak, inilah yang menjadi masalah. Sebagaimana makanan instan produk industri lainnya, mie instan menggunakan banyak sekali bahan-bahan kimia. Pewarna, pengawet, dan penyedap harus kita waspadai dalam hal ini. Sekalipun aman, namun bila terus menerus kita konsumsi dalam frekuensi sering dan dalam jangka waktu lama, bahan-bahan kimia dapat terakumulasi dalam tubuh. Efeknya tentu akan mengganggu sistem metabolisme, karena bahan kimia, bagaimana pun adalah racun bagi tubuh.

Selain itu, terlalu sering makan mie instan juga dapat mengganggu masukan gizi, terutama anak-anak. Kita memang dapat menambahkan telur dan sayuran sehingga kualitas gizi mie instan tidak kalah dengan seporsi nasi komplet. Namun rasa mie yang terlalu gurih, dapat merusak selera makan anak. Lidah mereka yang sedang belajar mengidentifikasi rasa, akan terpola dengan rasa gurih yang tajam dari MSG dan flavor mie. Akibatnya mereka menganggap masakan ibu yang umumnya tidak terlalu banyak menggunakan MSG hambar. Selera makan mereka pun hilang. Akhirnya, mau mie lagi lalu mie lagi. Karena itulah, biar enak, kita tetap harus mampu mengontrol diri. Jangan terlalu sering mengkonsumsi mie instan, apalagi memberikan ke anak-anak. Sesekali silakan, apalagi saat-saat cuaca dingin.

Bahan-bahan Mie Instan yang harus diwaspadai

Bahan-bahan lain yang harus diwaspadai antara lain adalah :

  1. Bumbu dan pelengkap
    Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim.

    Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

  2. Bahan penambah rasa
    Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.
  3. Minyak sayur
    Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.
  4. Solid Ingredient
    Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.
  5. Kecap dan sambal
    Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya.


Begitulah sering makan mie instant tidak baik untuk kesehatan, dapat menyebabkan rambut sering rontok, kanker usus, ginjal batu, gagal ginjal, dan mungkin bisa penyakit lainnya.. Sebenarnya mie instant tidak berbahaya untuk dikonsumsi tapi kalau setiap hari makan mie instant itu berbahaya karena mie instant mengandung zat zat kimia dalam bumbunya dan mie nya yang cukup berbahaya.

Perihal keseringan ini yang bikin zat-zat dalam mie instant tersebut akan menumpuk dalam tubuh kita tanpa sempat dibuang. kalau makan nya jarang-jaranng, zat tersebut akan terbuang dalam urine. Makanya sering minum itu baik untuk kesehatan terutama ginjal kita, karena ginjal menyaring zat yang berbahaya.

Mungkin ada yang berkomentar soal mie instant atau tambahan bahwa kadar natrium yang tinggi di dalam mie instant akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Padahal keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara bumbu-bumbu yang terdapat dalam

Pada kemasan makanan instan mengandung pula bahan pengawet dan kadar MSG dan garam yang tinggi. Dan apabila bahan pengawet dan MSG ini dikonsumsi dikonsumsi
secara terus menerus secara berkepanjangan, maka akan berdampak buruk pada
kesehatan. MSG akan berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus.
Semua itu ada ambang batasnya. Kalau melebihi ya bakal jadi penyakit. Kalau
gak salah sehari max 1 sendok teh peres.

Makanya kalau mau bikin mie instant misalnya dengan terpaksa pake bumbu
dikurangi aja bumbunya jadi 1/2nya. Bahkan kalau perlu gak usah pakai
diganti dg kaldu ayam. Hal ini diperparah dengan cara masak kita yang salah, biasanya kita memasak mie instant dengan memasukkan mie ke dalam air mendidih, memasukkan bumbunya,
kemudian memasaknya selama 3 menit. Cara tersebut sesungguhnya salah, karena begitu MSG (Monosodium Glutamate) yang dikandung bumbu instant itu mengubah molekulnya. Inilah yang menjadikannya toksin (racun) dalam tubuh. Selain itu, mie instant dilapisi zat lilin (wax). Tubuh kita memerlukan 4-5 hari untuk mengeluarkannya dari sistem pencernaan kita. Nah, berikut ini, cara yang lebih baik memasak mie instant:

  1. Masak mie instant dalam panci.
  2. Begitu mie masak, angkat mie dan tiriskan, buang airnya yang mengandung lilin itu.
  3. Ambil air dan didihkan, kemudian masukkan mie yang sudah matang tersebut dan matikan api.
  4. Masukkan bumbu dan bahan lain. Mie siap disajikan.


Oleh : Zilnawati
Mahasiswi Biologi FPPB UBB

Sumber : http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Mie%20Instant,%20Enak%20Tapi%20Berbahaya%20%28kah%29?&&nomorurut_artikel=459

 

One response to this post.

  1. salam kenal ya..
    thank’s info nya ^_^
    kunjungi juga halaman kami ya
    check it out

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: