AGEN PEMBAHARU 3 (sambungan)

  1. Faktor-faktor Keberhasilan Agen Pembaharu

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan agen pembaharu berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Usaha agen pembaharu. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan agen pembaharu adalah keinginan usaha yang dilakukan agen pembaharu. Sebagai indikator untuk mengetahui kegigihan (besarnya) usaha agen pembaharu adalah jumlah klien yang dihubungi untuk berkomunikasi, banyaknya waktu yang digunakan untuk berpartisipasi di desa (tempat tinggal) klien dibandingkan dengan waktu di kantor atau dirumah sendiri, banyaknya keaktifan yang dilakukan dalam proses difusi inovasi, ketepatan memilih waktu untuk berkomunikasi dengan klien, dan sebagainya. Dari berbagai bukti dirumuskan generalisasi (1) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan besarnya usaha mengadakan kontak dengan klien.
  2. Orientasi pada klien. Posisi agen pembaharu berada di antara pengusaha pembaharuan dengan sistem klien. Agen pembaharu mepertanggungjawabkan pekerjaannya kepada pengusaha pembaharuan, tetapi di pihak lain ia juga harus bekerja bersama dan untuk memenuhi kepentingan klien. Agen pembaharu akan mengalami kesukaran jika apa yang diminta oleh pengusaha pembaharu tidak sesuai dengan kebutuhan klien. Dengan demikian, agen pembaharu akan berhasil melaksanakan tugasnya jika ia mampu untuk mengambil kebijakan dengan lebih berorientasi pada klien. Agen pembaharu harus menunjukkan keakraban dengan klien, memperhatikan kebutuhan klien, sehingga memperoleh kepercayaan yang tinggi dari klien. Dari berbagai bukti hasil pengamatan dan penelitian dirumuskan generalisasi (2) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan orientasi pada klien daripada orientasi pada pengusaha pembaharuan.
  3. Sesuai dengan kebutuhan klien. Salah satu tugas agen pembaharu yang sangat penting dan sukar melaksanakannya adalah mendiagnosa kebutuhan klien. Banyak terbukti usaha difusi inovasi gagal karena tidak mendasarkan pada kebutuhan klien, tetapi lebih mengutamakan pada target inovasi sesuai kehendak pengusaha pembaharuan. Dari berbagai bukti tersebut dirumuskan generalisasi (3) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan kesesuaian program difusi dengan kebutuhan klien.
  4. Emphati. Emphati akan mempengaruhi efektifitas kominikasi. Komunikasi yang efektif akan mempercepat diterimanya inovasi. Generalisai (4) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan emphati terhadap klien.
  5. Homophily. Homophily adalah pasangan individu yang berinteraksi dengan memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang sama (bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan sebagainya). Heterophily adalah pasangan individu yang berinteraksi dengan memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berbeda. Generalisasi (5) Kontak yang dilakukan agen pembaharu berhubungan positif dengan status sosial antar klien. Generalisasi (6) Kontak yang dilakukan aen pembaharu behubungan positif dengan besarnya partisipasi sosial antar klien. Generalisasi (7) Kontak yang dilakukan agen pembaharu berhubungan positif dengan tingginya tingkat pendidikan antar klien. Generalisasi (8) Kontak yang dilakukan agen pembaharu berhubungan positif dengan sifat kosmopolitan antar klien.
  6. Kontak agen pembaharu dengan klien yang berstatus lebih rendah. Sebenarnya klien yang kurang mampu ekonominya, rendah pendidikannya, harus mendapat lebih banyak bantuan dan bimbingan dari agen pembaharu. Tetapi sesuai dengan prinsip homophily, maka justru agen pembaharu lebih banyak kontak dengan klien yang bertatus lebih tinggi baik pendidikan maupun ekonominya. Sehingga dapat timbul pendapat yang kurang benar dari agen pembaharu yang menyatakan bahwa klien yang berstatus lebih rendah tidak termasuk tanggungjawabnya dalam pelaksanaan difusi inovasi. Jika ini yang terjadi maka akibatnya makin parah, karena akan terbuka kemungkinan klien yang berstatus lebih rendah tidah terjamah sama sekali oleh bantuan agen pembaharu.salah satu cara untuk mengatasinya dengan jalan memilih agen pembaharu yang sedapat mungkin sama dengan klien atau paling tidak mendekati. Generalisasi (9) keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan klien yang homophily.
  7. Pembantu para profesional. Pembantu para profesional adalah orang yang bertugas membantu agen pembaharu agar terjadi kontak dengan klien yang berstatus lebih rendah. Pembantu para profesional dari segi pengetahuan tentang inovasi dan teknik penyebaran inovasi, kurang dari agen pembaharu. Dengan mengangkat para professional ada keuntungannya, yaitu biaya lebih murah dan dapat kontak dengan klien yang berstatus lebih rendah dari agen pembaharukarena para pembantu para profesional lebih dekat dengan klien (homophily).
  8. Kepercayaan klien terhadap agen pembaharu (credibility). Pembantu agen pembaharu kurang memperoleh kepercayaan dari klien, jika ditinjau dari segi kompetensi profesional karena memang ia bukan profesional. Tetapi pembantu agen pembaharu memiliki kepercayaan dari klien karena adanya hubungan yang akrab sehingga tidak timbul kecurugaan. Klien percaya pada pembantu agen pembaharu karena keyakinannya akan membawa kebaikan bagi dirinya yang disebut kepercayaan keselamatan (safety credibility). Generalisasi (10) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan kepercayaan (credibility) dari sudut pandang klien.
  9. Profesional semu. Agen pembaharu dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti biaya operasional rendah dan dapat menjembatani kesenjangan heterophily, namun tidak berarti bahwa agen pembaharu sama sekali tidak diperlukan. Agen pembaharu sangat dibutuhkan untuk menatar atau melatih pembantu agen pembaharu, mengadakan supervisi, dan membantu memecahkan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh pembantu agen pembaharu. Salah satu yang sering dijumpai pembantu agen pembaharu adalah timbulnya profesional semu yang terjadi karena pembantu agen pembaharu bergaya seperti agen pembaharu yang profesional.
  10. Pemuka pendapat. Di masyarakat atau sistem sosial sering terdapat orang yang pendapatnya mudah diakui oleh teman sekelompoknya. Orang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perubahan pengetahuan, sikap, dan tingkah laku orang lain secara informal dengan tujuan tertentu disebut pemuka pendapat. Dari berbagai pengalaman dan pengamatan para ahli menunjukkan bahwa banyak difusi inovasi berhasil dengan cara memanfaatkan pemuka pendapat yang ada di dalam sistem sosial. Generalisasi (11) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan besarnya usaha untuk bekerja sama dengan pemuka pendapat.
  11. Kemampuan klien untuk menilai inovasi. Salah satu keunikan agen pembaharu dalam proses difusi inovasi adalah memiliki kompetensi teknik yang menyebabkan ia berwewenang untuk bertindak sesuai dengan keahliannya dalam mempengaruhi klien untuk menerima inovasi. Tetapi jika agen pembaharu menggunakan pendekatan jangka panjang dalam mencapai tujuan inovasi, maka ia harus berusaha membangkitkan klien agar memiliki kemampuan teknik dan kemampuan menilai potensi inovasi yang dicapainya sendiri. Dengan kata lain agen pembaharu harus berusaha menjadikan klien menjadi agen pembaharu dirinya sendiri. Generalisasi (12) Keberhasilan agen pembaharu berhubungan positif dengan meningkatnya kemampuan klien untuk menilai inovasi.

Bersambung…………….


About these ads

One response to this post.

  1. Posted by bi on 24 Mei 2011 at 8:16 pm

    terimakasih atas pencerahannya..
    lumayan buat tugas…

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: